Dalam era globalisasi, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di
pasar nasional maupun di pasar internasional. Meningkatnya intensitas
persaingan dan jumlah pesaing juga menuntut setiap perusahaan untuk
selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen serta berusaha
memenuhi apa yang mereka harapkan dengan cara yang lebih memuaskan dari
pada yang dilakukan para pesaing.
Saat ini tuntutan konsumen selalu meningkat dan berkembang sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang
mengakibatkan cepatnya perubahan selera konsumen terhadap suatu produk.
Semakin kompleks kebutuhan konsumen terhadap produk, maka semakin banyak
jenis produk yang diperlukan untuk memenuhi segmentasi pasar sehingga
tingkat persaingan di pasaran terus meningkat. Dengan kata lain
diperlukan produk yang berkualitas untuk bisa eksis di dunia industri
sekarang ini.
Membicarakan tentang pengertian atau definisi kualitas dapat berbeda
makna bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak kriteria dan
sangat bergantung pada konteksnya. Namun secara umum orang menyatakan
bahwa kualitas adalah sesuatu yang mencirikan tingkat dimana suatu
produk memenuhi keinginan atau harapan.
Pengendalian kualitas sangat dibutuhkan dalam memproduksi suatu barang
untuk menjaga kestabilan mutu hasil produksi dan sebagai salah satu
usaha untuk menemukan faktor-faktor terduga yang menyebabkan kurang
lancarnya fungsi dalam proses suatu produksi sehingga bila terjadi
gangguan dapat segera dilakukan tindakan pembetulan sebelum terlalu
banyak produk yang tidak sesuai dengan produksi.
Begitu pula dengan industri garment dalam memproduksi busana. Seringkali
terdapat kesalahan seperti kain belang, kain berlubang, cacat rajutan,
kotor, terdapat lubang gunting, salah jahit, dan masih banyak lagi.
Berikut akan dibahas lebih rinci jenis cacat dalam produksi garment, proses pengendalian mutu, dan faktor yang mempengaruhinya.
Jenis Cacat Dalam Produksi Garment
Cacat yang terjadi dalam produksi garment dapat dikelompokan dalam dua bagian yaitu sebagai berikut :
a. Cacat material.
Dalam cacat material ini biasanya cacat yang terjadi sebelum pengolahan
kain menjadi pakaian. Cacat meterial ini dapat terjadi dalam pengiriman
maupun dalam memproduksi kain yang akan digunakan sebagai bahan baku
pembuatan pakaian. Adapun cacat yang sering termasuk dalam cacat
material antara lain sebagai berikut.
1)Kain shadding
Ketidaksesuaian warna kain sebelum diolah menjadi pakaian. Kain yang
akan digunakan adalah kain yang sesuai standar yaitu yang warnanya sama
dan tidak terdapat belang atau warna beda dalam satu rol atau satu lot
kain. Jika dalam satu rol atau satu lot kain mengalami 1 warna yang
berbeda maka kain tersebut sudah dikatakan cacat.
2)Kain banyak berlubang
Sebelum kain digunakan untuk bahan pakaian, dicek apakah kain banyak
berlubang apakah tidak. Walaupun lubang yang terdapat cukup kecil, kain
tersebut sudah dikatakan cacat. Lubang pada kain dapat terjadi karena
beberapa hal, antara lain tersangkut pada waktu pengiriman.
3)Kain banyak benang yang putus
Kain yang dalam rajutanya banyak benang yang putus, kain tersebut sudah
dikatakan cacat biasanya benang yang putus dalam rajutanya dikarenakan
faktor dalam memproduksi kain untuk bahan baku pakaian.
4)Kain banyak yang kotor
Jika dalam kain banyak kotoran kain tersebut sudah dikatakan cacat.
Kotor dalam kain banyak disebabkan oleh factor dalam mendistribusikan
kain tersebut. Kotor yang banyak terjadi diakibatkan air yang mengenai
kain, sehingga ada bekas tertinggal dalam kain tersebut.
b.Cacat Produksi
Cacat produksi adalah cacat yang disebabkan saat memproduksi pakaian.
Cacat yang termasuk dalam cacat produksi dapat digolongkan menjadi
beberapa bagian antara lain sebagai berikut.
1)Berlubang terkena gunting
Lubang yang terkena gunting dalam memproduksi pakaian sudah dikatakan
cacat. Biasanya kain yang berlubang dikarenakan gunting terdapat dalam
proses cutting atau bagian pemotongan kain dan pada proses batil dari
sisa-sisa benang jahitan.
2)Berlubang terkena jarum patah
Kain yang berlubang dikarenakan jarum patah biasanya pada waktu menjahit
bagian atau komponen pakaian. Walaupun lubang yang dihasilkan dari
jarum patah cukup kecil, pakaian tersebut sudah dikatakan cacat.
3)Tension
Tension adalah benang pada rajutan tidak normal seperti benang kendor atau terlalu kencang dalam rajutnya.
4)Langkah jarum
Langkah jarum yang terlalu lebar dan terlalu sempit mengakibatkan benang
tidak sesuai ukuran normalnya, sehingga jahitan pada pakaiannya sudah
tidak sempurna atau cacat
5)Terkena Kotoran
Kotoran yang biasanya mengenai kain adalah jenis minyak pada mesin jahit dan tanah yang menempel pada kain.
Proses pengendalian kualitas produksi garment
Proses pengendalian produksi garment biasanya dilakukan dengan jalan
melakukan pengecekan pada semua departemen guna meminimalisir cacat
dalam produksi. Pengecekan yang dilakukan antara lain sebagi berikut :
1.Diadakannya cek material atau kain di departemen cutting untuk
mengetahui cacat material, sebelum kain tersebut dipotong dalam bentuk
komponen.
2.Setelah kain dipotong dalam bentuk komponen dilakukan cek kualitas
potong dan ukuran komponen yang sebelumnya di mall atau digambar pola.
3.Cek jahit gabungan dari komponen yang sudah lolos seleksi menjadi pakaian setengah jadi.
4.Cek jahit gabungan komponen dan accesoris menjadi pakaian jadi total.
5.Cek barang jadi setelah di trimming atau dibatil dari sisa-sisa benang jahitnya.
6.Cek barang jadi setelah pakaian di Ironing atau digosok dengan setrika uap.
7.Cek barang jadi setelah masuk polybag dan packing.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengendalian kualitas produksi garment.
Dalam memproduksi garment banyak faktor yang mempengaruhi kualitas
produk yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain
sebagai berikut.
a. Manusia
Sumber daya manusia adalah unsur utama yang menentukan dalam proses
pengendalian kualitas yaitu tenaga kerja yang mempunyai komitmen,
dedikasi, tanggung jawab, dan loyalitas yang tinggi yang sangat
mempengaruhi dari kualitas produk yang dihasilkan. Ketelitian dari
pengerjaan barang yang akan dihasilkan yang menentukan bagus tidaknya
barang yang akan dihasilkan.
b. Mesin
Mesin sebagai alat pendukung pembuatan suatu produk memungkinkan
berbagai variasi dalam bnetuk, jumlah dan kecepatan proses penyelesaian
kerja. Pengaturan tata letak mesin-mesin produksi dilakukan untuk
memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Mesin dapat
membantu mengurangi jumlah produk cacat yang diakibatkan oleh kelalaian
tenaga kerja pada saat proses produksi. Faktor usia mesin merupakan
salah satu penentu dari produk yang dihasilkan. Semakin tua mesin yang
digunakan semakin banyak produk yang dihasilkan kurang dari kualitas
standar. Selain faktor usia mesin terdapat ketepatan dan kecepatan dalam
seting mesin yang sangat berpengaruh terhadap kualitas yang dihasilkan.
Tingkat eror atau tingkat kerusakan mesin yang digunakan juga
berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan semakin banyak mesin yang
rusak dalam memproduksi maka akan semakin banyak cacat yang terdapat
dan akan memperlambat proses produksi.
c. Waktu
Faktor waktu dalam menentukan baik tidaknya produk yang dihasilkan
sangat berpengaruh. Bila waktu pengerjaannya lama atau panjang bisa
dipastikan kualitasnya akan semakin bagus. Bila waktunya sedikit atau
mendesak maka proses produksi kurang teliti sehingga cacat yang
dihasilkan kemungkinan banyak. Dalam memproduksi diusahakan karyawan di
PT. Asrindo Indty Raya menghasilkan kualitas yang semaksimal mungkin
walaupun waktunya sedikit.
Berdasarkan uraian diatas, maka dalam produksi garment disarankan sebagai berikut.
1.Hendaknya lebih menekankan kepada karyawan untuk dapat memperhatikan
kebersihan lingkungan dan alat yang digunakan terutama pada mesin jahit
yang digunakan supaya pelumas mesin dan debu atau tanah, tidak banyak
mengotori kain yang digunakan.
2. Penyebab-penyebab ketidaksesuaian pada proses produksi garment dapat
diantisipasi dengan cara memperketat seleksi karyawan yang bekerja
sesuai dengan keahliaan dan memberikan pengarahan pada karyawan terutama
pada operator mesin jahit agar lebih memperhatikan dan berhati-hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar